Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terkait pemetaan desa dalam upaya mempercepat pencapaian tujuan pembangunan dinilai mampu menjawab permasalahan yang terjadi di publik khususnya terkait dengan persoalan geografis.

Sejalan dengan hal itu, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan surat nomor 1463/3835/BPD tanggal 30 Agustus 2021 perihal penetapan dan penegasan batas administrasi dimana hingga tahun 2023 persoalan batas administrasi dipedesaan ditargetkan tuntas.

Oleh sebab itu implementasi informasi geospasial (IG) yang dituangkan dalam bentuk peta perlu didukung pemerintah desa yang inovatif, akan tetapi ketersediaan SDM yang terbatas menjadi permasalahan tersendiri. Dengan adanya PKM Perguruan Tinggi (PT) melalui model Triple Helix serta memperhatikan PP No 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, diharapkan dapat menjadi pemantik tumbuhnya Pemerintah Desa yang inovatif.

Model Triple Helix merupakan bentuk metafora interaksi antara PT (IKIP PGRI Pontianak), Industri/pelaku usaha (IAGI), dan Pemerintah (Balitbang Provinsi Kalimantan Barat, Bappeda Kab. Kubu Raya danPemerintahanDesa Kuala Dua).

Pemaparan kegiatan PKM dihadiri oleh beberapa pihak terkait antara lain: Balitbang Prov. Kalbar, Biro Pemerintahan Sekda Prov. Kalbar, Bappeda Kab. Kubu Raya, DPMD Kab. Kubu Raya, Desa Kuala Dua, dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Kalbar.

Pemaparan Kegiatan PKM dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 2 dan dibuka langsung oleh Rektor IKIP PGRI Pontianak. Pada intinya Bapak Rustam, M.Pd, Kons selaku Rektor IKIP PGRI Pontianak sangat mendukung kegiatan tersebut dan harapannya bisa terus dikembangkan menjadi pilot project Program Studi Pendidikan Geografi yang senantiasa bekerja sama dengan pemerintah dan unsur pelaku usaha.

Pemaparan Kegiatan PKM juga dihadiri langsung oleh Kepala Balitbang Provinsi Kalimantan Barat Dr. Herkulana Mekarryani S, M.Si, dimana pada kesempatan tersebut beliau menyatakan dukungannya terhadap kerja kolaborasi tersebut agar terus dikembangkan ke seluruh wilayah termasuk wilayah yang sulit dijangkau.

Sasaran kegiatan PKM pemetaan desa partisipatif yaitu wilayah Desa Kuala Dua yang meliputi 4 dusun (Dusun Karya Satu, Dusun Karya Dua, Dusun Keramat Satu, dan Dusun Keramat Dua). Jangka waktu pelaksanaan kegiatan PKM dimulai pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2021. Adapun metode yang digunakan dengan inovasi model Triple Helix (IKIP PGRI Pontianak, Balitbang Provinsi Kalimantan Barat, Bappeda Kab. Kubu Raya, Desa Kuala 2 Kecamatan Sungai Raya dan pelaku usaha IAGI). Hasil kegiatan PKM dengan inovasi model Triple Helix adalah berupa peta administrasi Desa Kuala Dua dan peta tematik berupa peta ikon Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya (Output). Selanjutnya nilai guna yang diharapkan melalui kegiatan PKM ini, yakni mampu meningkatkan mutu pendidikan khususnya Prodi Pendidikan Geografi IKIP PGRI Pontianak serta mengoptimalkan peran para pihak untuk pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM).

0

You may also like

Roadshow 1000 Startup Digital bersama mahasiswa IKIP PGRI Pontianak.
PELANTIKAN DAN PENGUKUHAN WAKIL REKTOR I dan II IKIP PGRI PONTIANAK (MASA BAKTI 2022-2026)
Rektor IKIP PGRI Pontianak Periode 2022 – 2026 Resmi dilantik

Humas