Monitoring dan evaluasi (monev) adalah kegiatan yang penting dalam proses
berjalannya suatu institusi. Dalam hal ini ialah institusi pendidikan. Monev tidak hanya dilakukan pada kesatuan besar institusi, namun juga dalam ruang lingkup tiap divisi. Pada
laporan monev kali ini, monev dilakukan pada bidang tracer study. Monev merupakan kegiatan yang krusial dalam pengelolaan dari pengimplementasian suatu program / kegiatan.
Hasil dari kegiatan monev baik selama maupun sesudah pelaksanaan program / kegiatan dapat digunakan sebagai acuan dalam suatu bentuk laporan evaluasi kinerja. Monitoring evaluasi dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas mutu prodi secara
berkelanjutan.
Kegiatan tracer study yang dilakukan di lingkup FPMIPATEK sebagai UPPS dan
Program Studi Pendidikan Fisika merupakan kegiatan sistemik yang dilakukan terkait dalam proses penjaminan Mutu di lingkungan Prodi Pendidikan. Pelaksanaan Tracer Study sesuai dengan kebijakan SPMI – PM.06.SM-I.1.5.2019 tentang Standar Pelacakan Lulusan di
lingkungan Program Studi Pendidikan Fisika. Strategi Pencapaian Standar dalam SPMI yaitu, membentuk tim tracer study, Membuat angket tracer study, menyebarkan angket melalui
website, sosial media dan memberdayakan forum alumni, menghubungi lulusan, baik secara
langsung maupun tidak langsung.

tujuan dari kegiatan monev ini ialah sebagai berikut:
1. Monitor evaluasi keefektifan kegiatan Tri Dharma sesuai dengan aturan
Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
2. Meningkatkan mutu lulusan/alumni IKIP PGRI Pontianak.

Jumlah lulusan (alumni) yang terlacakadalah 62 orang atau 27,7% dari jumlah lulusan.
Waktu Tunggu untuk menunjukkan waktu yang diperlukan lulusan dalam mendapatkan pekerjaan pertama yang relevan dengan bidang program studi.

Gambar 1 menunjukkan bahwa waktu tunggu lulusan Program Studi Pendidikan Fisika yang tergolong cepat yaitu kurang dari 6 bulan setelah kelulusan. Berdasarkan tahun TS-2, TS-3, TS-4 diperoleh data jumlah lulusan yang memperoleh pekerjaan pada kurun waktu kurang dari 6 bulan berjumlah 68 orang, serta tidak ditemukan dalam rentang waktu lebih
dari 6 bulan. Kesesuaian bidang kerja alumni dapat dilihat pada Gambar 2. Beradasarkan hasil analisis data kesesuaian bidang kerja dengan ilmu yang dimiliki lulusan menunjukkan jumlah lulusan yang bekerja sesuai bidang ilmunya tergolong tinggi baik pada TS-4, TS-3, dan TS-2.
Hal ini memberikan gambaran bahwa capaian pembelajaran lulusan yang ditetapkan oleh FPMIPATEK dilaksanakan oleh program studi dan bermanfaat bagi lulusan untuk bekerja sesuai dengan bidang ilmu.

Tempat Kerja Lulusan menunjukkan tingkat/ukuran tempat kerja/berwirausaha saat
mendapatkan pekerjaan pertama. Lulusan Program Studi Pendidikan Fisika berdasarkan hasil
Tracer Study dari TS-2 sampai dengan TS-4 dan dilustrasikan pada Gambar 3 dan tersebar pada berbagai Tingkat/Ukuran Tempat Kerja/Berwirausaha, baik nasional/ berwirausaha
berijin (98,3%) dan lokal/wilayah/berwirausaha tidak berijin (6,8%). Solusi dalam
meningkatkan lulusan Program Studi Pendidikan Fisika untuk dapat bekerja pada skala nasional dan internasional adalah dengan meningkatkan jumlah kerjasama khususnya
kegiatan bursa kerja yang melibatkan lembaga atau perusahaan multinasional/internasional.
Kesempatan lulusan untuk dapat bekerja pada perusahaan yang berskala internasional ditingkatkan dengan mendorong penguasaan bahasa asing bagi mahasiswa dan lulusan.

Tingkat kepuasan pengguna lulusan secara umum dapat dilihat pada Gambar 4.Berdasarkan hasil analisis diperoleh informasi bahwa lulusan program studi mendapatkan respon yang baik sampai baik sekali.

Berdasarkan hasil angket kepuasan pengguna lulusan Gambar 4, diketahui bahwa sebagian besar pengguna lulusan menilai kompetensi lulusan Program Studi Pendidikan Fisika baik dan sangat baik yakni pada aspek pengembangan diri, kerja sama, kemampuan
berkomunikasi, penggunaan IT, pengembangan diri dan etika. Namun, masih terdapat kompetensi yang masih dinilai cukup bahkan kurang yakni pada kemampuan bahasa asing
(37% cukup dan 4% kurang), penggunaan TI (7%) dan pengembangan diri (cukup 4%). Sehingga dilakukan tindak lanjut berupa adanya; 1) Pelatihan Bahasa Inggris melalui UPT Bahasa; 2) Penggunaan referensi berbahasa asing pada Kegiatan Belajar Mengajar; 3)
Penggunaan referensi asing untuk penulisan Skripsi; 4). Penggunaan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi informasi, 5) Pelatihan komputer oleh UPT Komputer; 6)
Integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar dan Kegiatan Administrasi.

0

You may also like

DALAM RANGKA KERJASAMA PENELITIAN, IKIP PGRI PONTIANAK DAN BALITBANG PROVINSI KALBAR MELAKSANAKAN FGD UNTUK PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DALAM RANGKA PENINGKATAN RLS DAN HLS DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Kerja Sama antara KORMI dengan IKIP PGRI Pontianak mengadakan webinar Nasional dengan tema Optimalisasi Olahraga Masyarakat Melalui Pendidikan Jasmani Menuju Indonesia Bugar 2045.
Dialog Interaktif BEM SI Daerah Kalteng dan Kalbar dengan tema “Strategi Kepung Bakul Dalam Menangani Covid 19”

Humas